salju

Minggu, 21 September 2014

Psikodiagnostik 1 : Observasi (Review Jurnal)



Judul
Proses Pengambilan Keputusan Remaja Perempuan Untuk Bergabung dengan Komunitas Crust Punk
Jurnal
Jurnal Psikologi
Volume & Halaman
-
Tahun
-
Penulis
Ika Putri Mayasari
Reviewer
Fitria Ardini
Tanggal
20 September 2014






Review Jurnal Proses Pengambilan Keputusan Remaja Perempuan Untuk 
Bergabung dengan Komunitas Crust Punk
(Tugas Psikodiagnostik I : Observasi)

Tujuan Penelitian
Tujuan yang dapat diambil dari penelitian di atas adalah ingin mengetahui dan memahami bagaimana proses pengambilan keputusan remaja perempuan untuk bergabung dengan komunitas crust punk.
Subjek Penelitian
Subjek Penelitian di sini dipilih dengan karakteristik yaitu, Remaja perempuan dengan rentang usia 15 sampai 18 tahun, Dua remaja perempuan yang bergabung dalam komunitas crust punk, karena hanya ada dua remaja perempuan yang ada di dalam komunitas crust punk tersebut, remaja perempuan yang dipilih adalah remaja yang telah bergabung dalam komunitas punk kurang lebih sudah satu tahun, karena jika bergabung dengan komunitas punk hanya satu atau dua bulan kemungkinan hanya mengadopsi fashion dan menyukai musik saja, tetapi belum mendalami makna dari punk itu sendiri.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan untuk mencari informasi tentang proses pengambilan keputusan pada remaja perempuan untuk bergabung dalam komunitas punk adalah metode penelitian kualitatif. Melalui metode ini, peneliti dapat memahami  dan mengikuti alur peristiwa secara kronologis, menilai sebab-akibat dalam lingkup pikiran orang-orang setempat dan memperoleh penjelasan yang banyak dan bermanfaat (Miles & Huberman, 1992).
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur dengan pedoman guide interview dan observasi non-partisipan.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang digunakan adalah menggunakanteknik coding, yaitu open coding, axial coding, dan selective coding.
Hasil & Pembahasan Penelitian
Berikut adalah hasil dari penelitian dari kedua responden yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan.
1.      Menilai masalah : Subjek IR adalah anak yatim piatu. IR memiliki satu orang kakak laki-laki dan telah bergabung lebih dulu dengan komunitas crust punk. Semenjak orangtuanya meninggal, IR tinggal bersama bude, IR merasa tertekan. IR merasa dianggap seperti pembantu karena selalu disuruh-suruh dan tidak diperbolehkan bermain. Sedangkan DN mengalami kondisi keluarga yang tidak harmonis, orang tua DN telah bercerai dan DN tinggal bersama ibunya tetapi subjek merasa tidak mendapatkan perhatian dari ibu karena sang ibu telah memiliki pacar baru.
2.      Mencari alternative pilihan : IR memiliki alternative pilihan yaitu menjadi anggota komunitas crust punk, menjaga took atau menjaga warung. Sedangkan subjek DN tidak membuat alternative pilihan karena belum sempat mencari alternative pilihan.
3.      Mempertimbangkan alternative pilihan : Pada proses ini subjek IR mempertimbangkan alternatif pilihan yang telah dibuat dengan melihat keuntungan dan kerugian dari setiap alternative pilihan yang ada. IR mempertimbangkan mana alternatif yang akan memberikan keuntungan bagi dirinya. Selain itu ia juga mengevaluasi pilihan menjadi crust punk, kegiatan yang biasa dilakukan komunitas crust punk adalah mengamen dan menurut IR dengan mengamen saja ia sudah bisa mendapatkan uang. IR mempertimbangkan alternatif pilihanya tersebut antara dua sampai tiga bulan.
4.      Membuat Komitmen : Subjek IR memutuskan bergabung dengan komunitas crust punk sejak awal tahun 2011 dengan alasan sudah tidak betah tinggal bersama bude karena merasa dianggap layaknya pembantu dan mengikuti ajakan kakaknya untuk bergabung dengan komunitas crust punk. Sedangkan subjek DN memutuskan untuk bergabung dengan komunitas crust punk sejak Agustus 2012. Ia kabur dari rumah dan bergabung dengan komunitas crust punk.
5.      Mempersiapkan diri menghadapi umpan balik : Subjek IR dan DN merasa tidak menyesal karena merasa dianggap sebagai keluarga, merasa lebih bebas, merasa lebih dihargai, dan merasa lebih mandiri. Sehingga subjek IR dan DN memutuskan sebagai anak crust punk sampai peneliti ini dibuat. 
Simpulan
Berdasarkan hasil analisis, maka diperoleh simpulan sebagai berikut :
1.      Subjek IR melewati semua proses pengambilan keputusan yaitu mulai dari menilai masalah, mencari alternatif pilihan, mempertimbangkan alternatif pilihan, membuat komitmen, dan mempersiapkan diri menghadapi umpan balik. Sedangkan subjek DN tidak melewati semua proses pengambilan keputusan. DN tidak melewati proses mencari alternatif pilihan dan mempertimbangkan alternatif pilihan.
2.      Alasan yang mendukung kedua subjek untuk bergabung dengan komunitas crust punk adalah adanya konflik dalam keluarga. Kurangnya perhatian dari keluarga, baik dari subjek IR maupun DN menjadikan mereka berperilaku nakal.
3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan subjek IR dan DN adalah faktor internal dan faktor eksternal. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar