Judul
|
Proses
Pengambilan Keputusan Remaja Perempuan Untuk Bergabung dengan Komunitas Crust
Punk
|
Jurnal
|
Jurnal
Psikologi
|
Volume
& Halaman
|
-
|
Tahun
|
-
|
Penulis
|
Ika
Putri Mayasari
|
Reviewer
|
Fitria
Ardini
|
Tanggal
|
20
September 2014
|
Review Jurnal Proses Pengambilan Keputusan Remaja Perempuan Untuk
Bergabung
dengan Komunitas Crust Punk
(Tugas
Psikodiagnostik I : Observasi)
Tujuan
Penelitian
|
Tujuan
yang dapat diambil dari penelitian di atas adalah ingin mengetahui dan
memahami bagaimana proses pengambilan keputusan remaja perempuan untuk
bergabung dengan komunitas crust punk.
|
Subjek
Penelitian
|
Subjek
Penelitian di sini dipilih dengan karakteristik yaitu, Remaja perempuan
dengan rentang usia 15 sampai 18 tahun, Dua remaja perempuan yang bergabung dalam
komunitas crust punk, karena hanya
ada dua remaja perempuan yang ada di dalam komunitas crust punk tersebut, remaja perempuan yang dipilih adalah remaja
yang telah bergabung dalam komunitas punk kurang lebih sudah satu tahun,
karena jika bergabung dengan komunitas punk hanya satu atau dua bulan
kemungkinan hanya mengadopsi fashion
dan menyukai musik saja, tetapi belum mendalami makna dari punk itu sendiri.
|
Metode
Penelitian
|
Metode
penelitian yang digunakan untuk mencari informasi tentang proses pengambilan
keputusan pada remaja perempuan untuk bergabung dalam komunitas punk adalah
metode penelitian kualitatif. Melalui metode ini, peneliti dapat
memahami dan mengikuti alur peristiwa
secara kronologis, menilai sebab-akibat dalam lingkup pikiran orang-orang
setempat dan memperoleh penjelasan yang banyak dan bermanfaat (Miles &
Huberman, 1992).
|
Teknik
Pengumpulan Data
|
Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur
dengan pedoman guide interview dan observasi non-partisipan.
|
Teknik
Analisis Data
|
Teknik
analisis yang digunakan adalah menggunakanteknik coding, yaitu open coding,
axial coding, dan selective coding.
|
Hasil
& Pembahasan Penelitian
|
Berikut
adalah hasil dari penelitian dari kedua responden yang berkaitan dengan
proses pengambilan keputusan.
1. Menilai
masalah : Subjek IR adalah anak yatim piatu. IR memiliki satu orang kakak
laki-laki dan telah bergabung lebih dulu dengan komunitas crust punk. Semenjak orangtuanya
meninggal, IR tinggal bersama bude, IR merasa tertekan. IR merasa dianggap
seperti pembantu karena selalu disuruh-suruh dan tidak diperbolehkan bermain.
Sedangkan DN mengalami kondisi keluarga yang tidak harmonis, orang tua DN
telah bercerai dan DN tinggal bersama ibunya tetapi subjek merasa tidak mendapatkan
perhatian dari ibu karena sang ibu telah memiliki pacar baru.
2. Mencari
alternative pilihan : IR memiliki alternative pilihan yaitu menjadi anggota
komunitas crust punk, menjaga took atau menjaga warung. Sedangkan subjek DN
tidak membuat alternative pilihan karena belum sempat mencari alternative
pilihan.
3. Mempertimbangkan
alternative pilihan : Pada proses ini subjek IR mempertimbangkan alternatif
pilihan yang telah dibuat dengan melihat keuntungan dan kerugian dari setiap
alternative pilihan yang ada. IR mempertimbangkan mana alternatif yang akan
memberikan keuntungan bagi dirinya. Selain itu ia juga mengevaluasi pilihan
menjadi crust punk, kegiatan yang biasa dilakukan komunitas crust punk adalah
mengamen dan menurut IR dengan mengamen saja ia sudah bisa mendapatkan uang.
IR mempertimbangkan alternatif pilihanya tersebut antara dua sampai tiga
bulan.
4. Membuat
Komitmen : Subjek IR memutuskan bergabung dengan komunitas crust punk sejak
awal tahun 2011 dengan alasan sudah tidak betah tinggal bersama bude karena
merasa dianggap layaknya pembantu dan mengikuti ajakan kakaknya untuk
bergabung dengan komunitas crust punk. Sedangkan subjek DN memutuskan untuk
bergabung dengan komunitas crust punk sejak Agustus 2012. Ia kabur dari rumah
dan bergabung dengan komunitas crust punk.
5. Mempersiapkan
diri menghadapi umpan balik : Subjek IR dan DN merasa tidak menyesal karena
merasa dianggap sebagai keluarga, merasa lebih bebas, merasa lebih dihargai,
dan merasa lebih mandiri. Sehingga subjek IR dan DN memutuskan sebagai anak
crust punk sampai peneliti ini dibuat.
|
Simpulan
|
Berdasarkan
hasil analisis, maka diperoleh simpulan sebagai berikut :
1. Subjek
IR melewati semua proses pengambilan keputusan yaitu mulai dari menilai
masalah, mencari alternatif pilihan, mempertimbangkan alternatif pilihan,
membuat komitmen, dan mempersiapkan diri menghadapi umpan balik. Sedangkan
subjek DN tidak melewati semua proses pengambilan keputusan. DN tidak
melewati proses mencari alternatif pilihan dan mempertimbangkan alternatif
pilihan.
2. Alasan
yang mendukung kedua subjek untuk bergabung dengan komunitas crust punk
adalah adanya konflik dalam keluarga. Kurangnya perhatian dari keluarga, baik
dari subjek IR maupun DN menjadikan mereka berperilaku nakal.
3. Faktor-faktor
yang mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan subjek IR dan DN adalah
faktor internal dan faktor eksternal.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar