“Mantan Kekasih yang (sulit)
Dilupakan”
Kenapa kita
susah banget dalam hal move on??... Nah, disini saya seorang calon Sarjana S1
Psikologi (amiin) akan sedikit berbagi
pengalaman dan kita bahas secara Psikologis juga …
Oke chekidot
^^
Beberapa
waktu yang lalu, saya kebetulan mendengar sebuah lagu yang menceritakan
bagaimana seorang individu tidak dapat melupakan kekasihnya yang sudah bersama
orang lain. Tidak lama setelah lagu tersebut berakhir saya kembali mendengar
sebuah lagu, yang walaupun berbeda, namun juga menceritakan sulitnya melupakan
kekasih lamanya. Saat itu saya ‘tersadar’ bahwa fenomena mantan kekasih
merupakan satu dari sekian banyak fenomena yang terjadi disekeliling kita.
Termasuk yang telah terjadi dengan saya sendiri :D :’(
Baik
ataupun buruk sikap mantan kekasih kita, melupakan mereka bisa dikatakan bukan
sebuah perkara yang mudah. Hal ini dapat disebabkan oleh dua hal.
1. Pertama
adalah kita cenderung merasa kenangan yang kita miliki sebagai kenangan indah.
Dengan
kata lain, meskipun pada kenyataannya hubungan kita dengan mantan kekasih saat
masih berpacaran tidak begitu indah, saat kita mengingat kenangan tersebut
secara tidak sadar kita mengubahnya menjadi sesuatu yang indah.
2.Yang kedua adalah lebih mudah untuk menghubungi mantan kekasih
kita dibanding mencari kekasih yang baru.
Mencari pasangan barubisa melalui
social media atau internet, internet disisi lain juga memberikan
kemudahan untuk berhubungan kembali dengan mantan kekasih kita. Banyak dari
kita pada awalnya hanya ‘iseng’ melihat profil (disalah satu situs sosial),
mencari tahu apa kabar mantan kita, melihat statusnya, melihat seperti apa
pacarnya sekarang, atau bahkan berandai-andai apa yang akan terjadi jika kita
masih pacaran dan sebagainya. Berawal dari keisengan tersebut, bukan tidak
mungkin kita akan mengirim message, menjadi chat, kembali bertemu
dan seterusnya.
Menghubungi
mantan kekasih hanya untuk ‘iseng’ juga bukan tanpa resiko. Seiring dengan
berjalannya waktu, ingatan yang kita miliki akan kekasih juga sedikit banyak
dapat membuat kita berpikir untuk berhubungan kembali. Jika kemungkinan itu
memang ada, kita cenderung optimis bahwa kali ini hubungan itu akan berjalan
dengan baik, tidak seperti sebelumnya.
Hal
ini muncul karena individu tanpa sadar menstimulus dirinya sendiri untuk
belajar dari kegagalan dimasa lalu. Faktor tersebut ditambah dengan individu
yang juga cenderung merasa bahwa kegagalan dimasa lalu merupakan akibat dari
‘keadaan’ (bukan karena kesalahan dirinya atau mantan kekasihnya) semakin membuat
banyak dari kita cukup gigih mengejar kembali hubungan dengan mantan kekasih.
Namun
demikian, statistik menunjukkan bahwa menjalin hubungan kembali dengan mantan
kekasih (atau bahkan mantan suami / istri) seringkali tidak bertahan lama. Jika
dikaitkan dengan penjelasan sebelumnya, hal tersebut bisa terjadi karena
beberapa hal, antara lain adalah karena individu cenderung secara tidak sadar
memiliki ekspektasi bahwa saat ini keadaan sudah berubah dan hubungan sangat
mungkin menjadi lebih baik.
Hal
ini bisa saja berubah 180 derajat saat mengetahui bahwa meskipun banyak hal
berubah masih terdapat beberapa hal yang memang tetap seperti sediakala, dan
ini yang dapat menghalangi hubungan seperti dahulu.
Dengan
kecanggihan teknologi saat ini, memang semakin mudah menemukan siapa saja
diinternet, tidak terkecuali mantan kekasih. Terkadang sulit untuk tidak
menahan diri mencari dan menghubungi mantan kekasih. Namun demikian, tentu saja
hal ini tidak selalu berakhir baik, terlebih bagi mereka yang sudah memiliki kekasih.
Jika
dirasa sulit untuk tidak mencari / melihat kabar tentang mantan kekasih, cara
yang bisa dilakukan adalah untuk terus meningkatkan rasa sayang dalam hubungan
yang saat ini dijalankan. Untuk lebih jelasnya, cara meningkatkan kasih sayang
bermacam – macam, diantaranya adalah:
1.Mengetahui
apa yang kita butuhkan dan membagi nya dengan pasangan.
Meskipun mudah, hal
ini hanya dilakukan segelintir pasangan. Banyak dari mereka tahu apa yang
mereka butuhkan namun tidak disampaikan kepada pasangannya masing – masing
dengan berbagai alasan seperti malu, tidak ingin ‘mengubah’ pasangan, atau pun
takut ‘menyakiti’ pasangan. Dengan mengetahui hal yang dibutuhkan satu sama
lain, proses komunikasi tentu akan menjadi lebih lancar, dan dengan lancarnya
komunikasi maka sebuah hubungan akan menjadi lebih baik.
2.Mendengarkan
tanpa menghakimi.
Banyak dari kita tanpa sadar sering ‘menghakimi’ apa yang
dilakukan pasangan kita, mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan tidak baik
tanpa mendengarkan terlebih dahulu alasan dibaliknya.
3.Memuji
pasangan.
4.Mengetahui bahwa dalam setiap hubungan, pasti terdapat
ketidaksempurnaan.
5.Berhenti
menutup diri.
Menutup diri banyak dilakukan individu yang tidak ingin
‘mengambil resiko’membuka dirinya karena takut disakiti. Dengan membuka diri
kita terhadap perasaan – perasaan yang kita rasakan dapat membantu meningkatkan
keintiman kita dengan pasangan.
Untuk
individu yang masih terus terbayang mantan kekasihnya sehingga sulit memulai
hubungan baru, telah dijelaskan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk
mengurangi sakit hati karena gagal dalam hubungan asmara. Beberapa hal tersebut
antara lain melalui :
1.
Sharing
2.
berolah raga
3.
relaksasi / meditasi
4.
tidur cukup serta membayangkan melakukan dialog dengan
mantan kekasih.
Secara
garis besar, sadar tidak sadar, banyak dari kita masih sering mengingat – ingat
hubungan yang pernah kita lalui dengan mantan kekasih. Namun demikian, perlu
ditanamkan bahwa waktu berjalan maju, tidak mundur, terus memikirkan masa lalu
dapat menghalangi kebahagiaan kita saat ini dan kebahagiaan kita dimasa yang
akan datang.
Sumber: http://ruangpsikologi.com