salju

Senin, 29 Juni 2015


“Awal Cinta Pertama dari Perempuan Sederhana “                        
Kadangkala aku mengingatnya hanya sebatas teman ,tapi sebenarnya itu berlawanan dengan hati kecilku yang mengingatnya sebagai orang yang sangata kusayangi.Namun waktu berkehendak lain, dia takkan menjadi orang yang sangat aku sayangi, namun hanya sebatas teman saja.  Namun tetap saja hati ini tak bisa membohongi perasaan kalau dia masih menjadi orang yang sangat aku sayangi...
Tak mudah untuk melupakan apa yang telah kita sayangi. Tidak mudah untuk membenci apa yang telah kita cintai. Tapi sakitnya hati ini apabila orang yang telah kita sayangi dan cintai mengecewakan kita, terasa pahit apabila kita harus mengingatnya...
Sungguh perasaan seseorang itu rumit dan tidak bisa dibohongi. Jika aku disuruh menunggu dalam satu menit, satu detik dan bahkan bertahun-tahun aku masih bisa  mempertimbangkannya asalkan aku menjauh ke benua lain...
Dan jika aku disuruh untuk menjauh dan melupakannya, aku akan melakukan itu walapun harus mengembalikan hati  yang telah sakit...
Bagiku melupakanmu itu mudah, namun untuk menggantikanmu itulah yang sangat berat dan butuh waktu yg lama bagiku ...

Sabtu, 27 Juni 2015


Ah Syudahlah ya :D
Aku dan kamu, bagai karang-pantai mencintai laut lepas.
Dari jauh, aku mencintaimu dengan seluruh kekuranganku,
Menatap gelombang ombak-rambutmu atau menikmati kilau cahaya dirimu …
Pada senja yang menenggelamkan matahari dimatamu
Aku dan kamu, bagai karang-pantai mencintai laut lepas.
Ribuan mil dari hatimu, setiap detik aku berusaha melacak cintamu
Pada setiap buih ombak yang menghantam diriku
Bila ku katakana padamu telah kutitipkan semua salamku
Pada nadi-nadi sungai yang merambat bermuara menuju kedalaman hatimu, pernahkah ia benar-benar sampai kepadamu???
Hingga saatnya kita bertemu.
“Hai, aku yuda.” Katamu.
“hai, aku fitria.”katakuu
Senyum kita bertemu
“fitria ardini?” aku tersenyum. Berharap kamu senang mendengarnya
Sunyi bergetar dileher kita berdua.
Ah, bagaimana lagi, aku memang sudah tahu banyak hal tentang dirimu
Setiap hari aku mempehatikanmu
Sejak beberapa hari yang lalu
Sejak pertemuan itu hari2 kita terasa begitu akrab
Meski sebatas ombak yang setiap hari datang memberikan sentuhan,
Lalu pergi tanpa salam perpisahan
Ah, mungkinkah sungai telah menyampaikan semua salamku kepadamu,
Menyusun kata cinta yang terbata-bata menjadi sebuah sajak cinta dan kamu menerimanya.?
Aku menyukaimu, maukah kamu jadi kekasihku?
Katamu siang itu.
Tapi aku diam saja.
Dan dalam hati sebenarnya aku melompat kegirangan
Aku menatapmu, kamu menatapku.
Ada getar yang menumpahkan ribuan kata yang tak terucapkan
Jadi sepi yang bergaung
Ombak memeluk mata kaki kita berdua, namu setelah itu siang menjadi semakin bersinar karena satu kata telah keuar dari bibrku ..
Tentang semua pertanyaanmu dan kata itu adalah “iya”
Namun, beberapa bulan kemudian setelah keindahan itu sirna
Kita tak lagi bertemu
Kamu kembali ke tempatmu, aku tetap jadi karang pantai yang cacat dihantam ombak
Desau angin terdengar bagai lagu sedih
Burung-burung hitam mengoak bagai caci-maki sepanjang hari
Pantai yang tak punya perasaan
Aku akan pergi, akhirnya aku memutuskan
Lalu bersalin rupa menjadi manusia biasa, mengemasi barang-barang dalam koper, mengenakan kaus kaki dan sepatu
Disetiap langkah yang kutempuh, akan kulepaskan satu per satu kenangan tentang dirimu meski TAK SEMUANYA …
Dari ribuan sejarah manusia yang sedih, barangkali aku salah satunya, tapi haruskah aku menghabiskan hidup hanya untuk menjadi karang-pantai yang bersedih?
Ombakmu melambai-lambai seolah memanggilku untuk kembali
“tetaplah menjadi karang pantai lambat-lambat aku mendengar suara itu. Kupikir itu hanya perasaanku saja
Tidak, kataku dalam hati. Aku telah memutuskan
Aku akan menjadi yang lain ,bayang-bayang, angin, pohon, gunung, atau langit.
Barangkali aku gagal menjadi kekasihmu
Tetapi cinta tetap ada , untuk apa? Untuk siapa?, biarlah ia menentukan nasibnya sendiri …
Aku dan kamu bagai karang-pantai mencitai laut lepas?
Rupanya tidak lagi … J