Ah Syudahlah ya :D
Aku
dan kamu, bagai karang-pantai mencintai laut lepas.
Dari
jauh, aku mencintaimu dengan seluruh kekuranganku,
Menatap
gelombang ombak-rambutmu atau menikmati kilau cahaya dirimu …
Pada
senja yang menenggelamkan matahari dimatamu
Aku
dan kamu, bagai karang-pantai mencintai laut lepas.
Ribuan
mil dari hatimu, setiap detik aku berusaha melacak cintamu
Pada
setiap buih ombak yang menghantam diriku
Bila
ku katakana padamu telah kutitipkan semua salamku
Pada
nadi-nadi sungai yang merambat bermuara menuju kedalaman hatimu, pernahkah ia
benar-benar sampai kepadamu???
Hingga
saatnya kita bertemu.
“Hai,
aku yuda.” Katamu.
“hai,
aku fitria.”katakuu
Senyum
kita bertemu
“fitria
ardini?” aku tersenyum. Berharap kamu senang mendengarnya
Sunyi
bergetar dileher kita berdua.
Ah,
bagaimana lagi, aku memang sudah tahu banyak hal tentang dirimu
Setiap
hari aku mempehatikanmu
Sejak
beberapa hari yang lalu
Sejak
pertemuan itu hari2 kita terasa begitu akrab
Meski
sebatas ombak yang setiap hari datang memberikan sentuhan,
Lalu
pergi tanpa salam perpisahan
Ah,
mungkinkah sungai telah menyampaikan semua salamku kepadamu,
Menyusun
kata cinta yang terbata-bata menjadi sebuah sajak cinta dan kamu menerimanya.?
Aku
menyukaimu, maukah kamu jadi kekasihku?
Katamu
siang itu.
Tapi
aku diam saja.
Dan
dalam hati sebenarnya aku melompat kegirangan
Aku
menatapmu, kamu menatapku.
Ada
getar yang menumpahkan ribuan kata yang tak terucapkan
Jadi
sepi yang bergaung
Ombak
memeluk mata kaki kita berdua, namu setelah itu siang menjadi semakin bersinar
karena satu kata telah keuar dari bibrku ..
Tentang
semua pertanyaanmu dan kata itu adalah “iya”
Namun,
beberapa bulan kemudian setelah keindahan itu sirna
Kita
tak lagi bertemu
Kamu
kembali ke tempatmu, aku tetap jadi karang pantai yang cacat dihantam ombak
Desau
angin terdengar bagai lagu sedih
Burung-burung
hitam mengoak bagai caci-maki sepanjang hari
Pantai
yang tak punya perasaan
Aku
akan pergi, akhirnya aku memutuskan
Lalu
bersalin rupa menjadi manusia biasa, mengemasi barang-barang dalam koper,
mengenakan kaus kaki dan sepatu
Disetiap
langkah yang kutempuh, akan kulepaskan satu per satu kenangan tentang dirimu
meski TAK SEMUANYA …
Dari
ribuan sejarah manusia yang sedih, barangkali aku salah satunya, tapi haruskah
aku menghabiskan hidup hanya untuk menjadi karang-pantai yang bersedih?
Ombakmu
melambai-lambai seolah memanggilku untuk kembali
“tetaplah
menjadi karang pantai lambat-lambat aku mendengar suara itu. Kupikir itu hanya
perasaanku saja
Tidak,
kataku dalam hati. Aku telah memutuskan
Aku akan
menjadi yang lain ,bayang-bayang, angin, pohon, gunung, atau langit.
Barangkali
aku gagal menjadi kekasihmu
Tetapi
cinta tetap ada , untuk apa? Untuk siapa?, biarlah ia menentukan nasibnya
sendiri …
Aku
dan kamu bagai karang-pantai mencitai laut lepas?
Rupanya
tidak lagi … J