salju

Jumat, 04 Juli 2014

LUPAKAN TEORI !!!


Menulis bukan bakat, semua bisa kok. Banyak orang menganggap bahwa menulis itu sulit. Kebanyakan dari mereka binggung bagaimana cara memulainya, bagaimana cara mencari temanya, sesuai dengan EYD atau tidak, dan segudang hambatan lain yang semakin memperkuat anggapan bahwa menulis itu sulit. Saya ambil dari sebuah buku”Ternyata Menulis itu Gampang” yang ditulis oleh Indari Mastuti memberikan sebuah inspirasi baru kepada kita penulis pemula untuk menepis anggapan bahwa menulis itu sulit. Ia memaparkan beberapa kemudahan dalam menulis, salah satunya adalah “Menulis dengan Melupakan TEORI”. Bagaimana bisa ???? Kalian penasaran kan??? So, baca trik di bawah ini ... !!!
Bagaimana memulai menulis ? Begitu sulitnya membuat tulisan ?  Apa resep menulis yang  jitu ? Begitu banyak ide di kepala, tapi hingga sekarang tak ada satupun yang dapat terselesaikan dalam bentuk tulisan. Well, untuk para penulis pemula, lupakan teori ! Menulislah dengan gaya kamu sendiri dan jangan pernah terbebani dengan apapun. Menulis ya menulis ...
Ikuti trik “TEORI” berikut !!!

 Titik koma jangan Dirisaukan
Seorang penulis Novel Best Seller berkata “Ketika menulis, saya memang tidak memikirkan teori apapun, apakah itu titik dan koma apalagi EYD. Pokonya ngalir aja deh kayak air.” Begitu katanya dengan ringan. Tips ini bisa ditiru lhoh bagi kalian yang mau nulis tidak perlu ribet dengan aturan titik koma, yang penting adalahkamu NYAMAN untuk mengalirkan ide di kepala.

2.        EYD Lupakan Sejenak
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik. Untuk penulis pemula lupakan EYD sejenak, sebab ada saatnya kamu diizinkan merevisi tulisan kamu. Biarkan tulisan terselesaikan hingga akhir kemudian kita bisa merevisinya kembali sesuai dengan kemauan kamu. 

3.         Orang Bilang Nggak Bagus, yang Penting Nulis
Ada ketakutan dikritik kalu tulisan kita nggak bagus? Wah, jangan sampai deh ! Karena itu bisa jadi penghambat buat kamu nulis. Ingin menyamakan tulisan kita dengan karya penulis profesional? Jangan juga dong.. ! Proses yang mereka lalui sudah panjang dan penuh rintangan. Jadi, jelas kenapa tulisan mereka nyaris tanpa cacat.
Tapi, untuk kita para pemula kita tidak boleh mudah puas dengan karya kita karena itu bisa membuat kamu tidak termotivasi untuk meningkatkan kualitas tulisan, tapi kalau kita terlalu dikritik jelek juga tidak bagus. Nanti, kapan kita mulai nulisnya ? hehehe ....

4.        Rincian Sistematis  Jangan Diikuti dulu
Pada dasarnya salah satu kesulitan dalam menulis adalah ketika sang penulis tidak tahu apa yang akan ditulis. Ya iyalah ! atau ada rumus penulisan 5W 1H yang terdiri dari : W (What:apa, Who:siapa, When:kapan, Where:dimana, Why:Mengapa) H (How: Bagaimana). Selain rumus tersebut adapula rumus “keharusan” seseorang untuk bisa membuat tulisan yaitu dengan membuat kerangka tulisan. Memang pada dasarnya kerangka ini akan membuat kita lebih mudah melihat kelengkapan data yang akan dijadikan sebuah karangan, kamu tetap boleh mengimprovisasinya. Mungkin bagi pemula itu sulit, karena itu, lupakan sistematika di atas.

5.      .  Ikuti Kata Hati, Bukan Teori
Siapa yang tidak ingin menciptakan karya yang bagus? Semua pasti ingin. Masalahnya karya yang bagus adalah karya yang didukung pemahaman teori yang baik. Padahal, tidak juga. Karya yang bagus bisa diartikan sebuah karya yang orisinil dan menurut kata hati. Pernahkan kamu membaca sebuah karya sastra yang membuat anda ikut larut dalam kisahnya. Kamu bahkan menangis membaca kisahnya atau bahkan kamu berubah karenanya. Atau mungkin kamu membaca karya yang terkesan biasa alias garing.
Menulis dengan hati dan mengikuti kata hati adalah salah satu cara untuk membuat kualitas tulisan kita semakin bagus. Tulisan mengikuti kata hati mengalir dari jiwa, mengalir disekujur tubuh, dan mengegerakkanmu untuk menyelesaikan tulisanmu. Dan kata-kata yang kemudian yang dihasilkannya adalah kata-kata yang menggugah pembacanya.

Nah, sekarang buat kamu yang ingin nulis ... buang jauh-jauh anggapan sulit tentang menulis sebuah karya sastra. Tulislah karya sastramu dengan tulisan “ala kita” sendiri. Teruslah menulis, tanpa beban ! Don’t say “ I don’t like to write”, But Let’say “LIKE THIS YA !!!!!” Hehehehe ^_*
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar