Menulis bukan bakat, semua bisa kok. Banyak orang
menganggap bahwa menulis itu sulit. Kebanyakan dari mereka binggung bagaimana
cara memulainya, bagaimana cara mencari temanya, sesuai dengan EYD atau tidak,
dan segudang hambatan lain yang semakin memperkuat anggapan bahwa menulis itu
sulit. Saya ambil dari sebuah buku”Ternyata Menulis itu Gampang” yang ditulis
oleh Indari Mastuti memberikan sebuah inspirasi baru kepada kita penulis pemula
untuk menepis anggapan bahwa menulis itu sulit. Ia memaparkan beberapa
kemudahan dalam menulis, salah satunya adalah “Menulis dengan Melupakan TEORI”.
Bagaimana bisa ???? Kalian penasaran kan??? So, baca trik di bawah ini ... !!!
Bagaimana memulai menulis ? Begitu sulitnya membuat
tulisan ? Apa resep menulis yang jitu ? Begitu banyak ide di kepala, tapi
hingga sekarang tak ada satupun yang dapat terselesaikan dalam bentuk tulisan.
Well, untuk para penulis pemula, lupakan teori ! Menulislah dengan gaya kamu
sendiri dan jangan pernah terbebani dengan apapun. Menulis ya menulis ...
Ikuti trik “TEORI” berikut !!!
Seorang penulis Novel Best Seller
berkata “Ketika menulis, saya memang tidak memikirkan teori apapun, apakah itu
titik dan koma apalagi EYD. Pokonya ngalir aja deh kayak air.” Begitu katanya
dengan ringan. Tips ini bisa ditiru lhoh bagi kalian yang mau nulis tidak perlu
ribet dengan aturan titik koma, yang penting adalahkamu NYAMAN untuk
mengalirkan ide di kepala.
2.
EYD Lupakan Sejenak
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah
ejaan bahasa indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan
ejaan sebelumnya, Ejaan Republik. Untuk penulis pemula lupakan EYD sejenak,
sebab ada saatnya kamu diizinkan merevisi tulisan kamu. Biarkan tulisan
terselesaikan hingga akhir kemudian kita bisa merevisinya kembali sesuai dengan
kemauan kamu.
3. Orang Bilang Nggak Bagus, yang Penting Nulis
Ada ketakutan dikritik kalu tulisan
kita nggak bagus? Wah, jangan sampai deh ! Karena itu bisa jadi penghambat buat
kamu nulis. Ingin menyamakan tulisan kita dengan karya penulis profesional?
Jangan juga dong.. ! Proses yang mereka lalui sudah panjang dan penuh
rintangan. Jadi, jelas kenapa tulisan mereka nyaris tanpa cacat.
Tapi, untuk kita para pemula kita tidak boleh mudah
puas dengan karya kita karena itu bisa membuat kamu tidak termotivasi untuk
meningkatkan kualitas tulisan, tapi kalau kita terlalu dikritik jelek juga
tidak bagus. Nanti, kapan kita mulai nulisnya ? hehehe ....
4. Rincian Sistematis
Jangan Diikuti dulu
Pada dasarnya salah satu kesulitan
dalam menulis adalah ketika sang penulis tidak tahu apa yang akan ditulis. Ya
iyalah ! atau ada rumus penulisan 5W 1H yang terdiri dari : W (What:apa,
Who:siapa, When:kapan, Where:dimana, Why:Mengapa) H (How: Bagaimana). Selain
rumus tersebut adapula rumus “keharusan” seseorang untuk bisa membuat tulisan
yaitu dengan membuat kerangka tulisan. Memang pada dasarnya kerangka ini akan
membuat kita lebih mudah melihat kelengkapan data yang akan dijadikan sebuah
karangan, kamu tetap boleh mengimprovisasinya. Mungkin bagi pemula itu sulit,
karena itu, lupakan sistematika di atas.
5. .
Ikuti Kata Hati, Bukan Teori
Siapa yang tidak ingin menciptakan
karya yang bagus? Semua pasti ingin. Masalahnya karya yang bagus adalah karya
yang didukung pemahaman teori yang baik. Padahal, tidak juga. Karya yang bagus
bisa diartikan sebuah karya yang orisinil dan menurut kata hati. Pernahkan kamu
membaca sebuah karya sastra yang membuat anda ikut larut dalam kisahnya. Kamu
bahkan menangis membaca kisahnya atau bahkan kamu berubah karenanya. Atau
mungkin kamu membaca karya yang terkesan biasa alias garing.
Menulis dengan hati dan mengikuti
kata hati adalah salah satu cara untuk membuat kualitas tulisan kita semakin
bagus. Tulisan mengikuti kata hati mengalir dari jiwa, mengalir disekujur
tubuh, dan mengegerakkanmu untuk menyelesaikan tulisanmu. Dan kata-kata yang
kemudian yang dihasilkannya adalah kata-kata yang menggugah pembacanya.
Nah, sekarang buat kamu yang ingin
nulis ... buang jauh-jauh anggapan sulit tentang menulis sebuah karya sastra.
Tulislah karya sastramu dengan tulisan “ala kita” sendiri. Teruslah menulis,
tanpa beban ! Don’t say “ I don’t like to write”, But Let’say “LIKE THIS YA
!!!!!” Hehehehe ^_*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar