salju

Jumat, 06 Februari 2015

Letter of love

Secarik surat cinta bertuliskan “Rindu Mantan”
Dear Mantan,
Jika aku ditanya siapakah mantan terindahmu? Aku pasti akan menjawab “KAMU”
Kamu adalah mantan terindahku …
Tak pernah sedikitpun terbesit dalam pikiranku akan bertemu denganmu ..
Seseorang yang telah diam-diam memperhatikanku dan menyukaiku dari kejauhan
Bagiku kamu adalah seorang laki-laki dengan cinta yang tak akan pernah bisa ku ukur oleh apapun ..
Kamu yang selalu membuatku merasa istimewa setiap kali aku ada di dekatmu
Kamu yang selalu bisa membuat bibir ini tersenyum lebar
Kamu yang membuat aku merasa nyaman tanpa harus menjadi orang lain di depanmu …
Kamu lelaki yang tak pernah berbohong melantunkan ejekan maupun pujian untuk membuatku jengkel dan tersenyum …
Kamu juga adalah lelaki yang selalu melindungi dan mendukungku …
Kamu juga tak pernah berhenti mengingatkanku ketika aku mengambil keputusan yang salah ..kamu selalu tahu tentang aku ….
Aku merasa sangat beruntung dan paling bahagia di dunia ini, karena Allah telah mempertemukan kita … Pertemuan siang itu di Surabaya-Madura
Kamu yang diam-diam datang menemuiku untuk menemani dan mengajakku bicara namun aku cuek saat itu …
Dan kamu yang tak pernah henti-hentinya berusaha ..dan suatu ketika kamu pernah marah ..
Entah itu beneran atau tidak ..kamu marah hanya karna aku sedang duduk berdua dengan temanku di waktu sore hari …
Namun kemarahanmu itu membuat aku semakin bersemangat dan bahagia melihat ekspresi cemburu pada raut wajahmu waktu itu …
Kita berdua berbincang bincang dan tertawa bersama sampai hari menjelang malam …
Dan aku sangat merindukan saat-saat seperti itu lagi denganmu …
Kamu yang selalu bisa membuatku tertawa lepas …
Ah, pokoknya kamu itu luar biasa di hatiku sehingga aku tak bisa kukatakan apapun lagi. Bahkan menceritakanmu dengan baik saja aku masih kesulitan ….
Jariku serasa tumpul, bibirku mulai terasa kelu. Namun, kebaikanmu justru tergambar sempurna dalam hati dan ingatanku ini …
Kamu adalah Mantan terindah yang menjadi pelabuhan hatiku yang terakhir …
Kamu adalah mantanku, mantan terbaik yang pernah aku kenal sepanjang hidupku ..
Kamu …Iya kamu Yuda Witjarnoko. I will miss you so much
Selama aku bersamamu tak pernah sekalipun aku merasa meragukanmu. Aku selalu percaya denganmu … Terimakasih telah pernah mencintaiku dengan sangat istimewa dan sempurna …
I miss you and I really really love you so much
***
Aku sangat merindukanmu, merindukan tentang kita …
Maafkan aku jika masih dan selalu merindukanmu. Karena jujur aku butuh waktu untuk semua itu, kalau aku mengingat kejadian sebulan yang lalu ingin rasanya aku membenturkan kepala ini ke tembok, tapi apalah dayaku jika perpisahan itu yang kamu mau …
Ingatkah kamu saat pertama kita bertemu?
Ingatkah kamu saat bagaimana kamu menyatakan cinta kepadaku?
Shiitt …
Kenapa aku harus mengingatmu lagi, toh mungkin kamu sudah amnesia …
Aku ingin terus bisa menulis tanpa ada yang menghentikanku, aku ingin terus berada dibawah derasnya air hujan tanpa ada yang melarang ku … “jangan nanti kamu sakit”
Kini aku hanya bisa tersenyum dibalik kesedihanku, meskipun kita jauh kita berada di bawah langit yang sama, menatap langit yang sama dari arah yang berbeda …
Kamu ingat ini?
Kamu ingat itu?
Aku tak tahu berapa banyak lagi aku harus mengingatmu, pantaskah aku memutar kembali memori itu?
Mungkin kalau kamu ada di posisiku sekarang maka yang bakal kamu rasain hanyalah satu kata “perih”, seperti yang aku rasakan saat ini …


Tidak ada komentar:

Posting Komentar