salju

Minggu, 06 Juli 2014

Narsis = Pede



Narsis apaan sih?
Menurut hasil penelusuran gue di internet (bukan dari kamus ya, gue kan udah melek internet sekarang :p).
Narsisme adalah sebuah tindakan seseorang dimana ia sangat mencintai dirinya sendiri.
Lengkapnya :
Narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Istilah ini pertama kali digunakan dalam Psikologi oleh “Sigmund Freud” dalam mengambil cerita  tokoh  dalam mitos Yunani, Narcissus, yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia  tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.
Sifat narsisme ada dalam setiap manusia sejak lahir(1), bahkan Andrew Morrison berpendapat dimilikinya sifat narsisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam berhubungan dengan orang lain.(2) Namun, apabila jumlahnya berlebihan dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis.(3)
Gue mau ngomongin dikit tentang pendapat para ahli tadi. Kecuali yang nomor tiga ya …? Gue Cuma mau bahas nomor satu dan dua aja :p
1.       Tuh, benar kan? Setiap orang punya sifat narsis, bahkan uda di bawa sejak lahir pula. Masalahnya nggak semua orang mau dengan jujur mengakuinya kayak gue :D *pura-pura gue*

Orang cenderung menyebut dirinya pemalu, pendiam, atau sederhana, atau biasa-biasa saja, ketimbang menyebut dirinya keren, hebat dan luar biasa. Mungkin, bahkan menunggu orang buat menyebut mereka begitu. ^_^
So, wake up guys! Jangan takut dibilang narsis. Sebut diri lu hebat, pede, keren, dan luar biasa. Jangan takut dibilang narsis. Udah  ada dari sononya kok? J
2.       Benar kan? Kita itu butuh yang namanya sifat narsis. Bahkan untuk berinteraksi dengan orang lain aja kita butuh yang namanya narsis. Mengenai kadarnya kan bias ditakar-takar sendiri maan … *hihihihi*
Kalo menurut gue sih, kadar narsis gue biasa-biasa aja kok. Dalam batas normal, paling nggak gue gak kayak si narcissus yang nyeburin dirinya di kolam buat nemuin bayangannya sendiri (Kan udah ada cermin :D)

Narsis itu sama kayak pede kalo menurut gue sih? Kalo kita udah narsis, berarti kita udah pede. Dan kalo kita mau ngakuin kalo kita itu narsis berate kita JUJUR. Nggak tau ya kalo elu, gue sih sangat berterima kasih sama yang namanya narsis. Berkat narsis gue sampai sejauh ini. Berkat sin arsis gue bias menyulap kekurangan gue menjadi suatu kelebihan. So, gue gak peduli kalo orang bilang gue narsis. Sumpah gue GAK LORO ATI, seneng malah. Aneh ya? Nggaklah gue kan narsis … :p
3.       Kan gue udah bilang kalo gue gak mau ngomongin yang ini :p Ini sih bukan bagian gue, tapi bagiannya para ahli. (Lagian kalo gue bahas masalah ini, dimana sisi pembelaan diri gue? :D

Yang paling penting, kita harus bias membedakan narsis sama sombong …Sombong itu pamer dan nyebelin orang lain, kadang-kadang ngrugiin orang lain malah. Kalo narsis mah gak gitu. Kan yang cinta sama diri gue, gue sendiri. Kalo orang lain sebel, bodo amat!! Yang narsis gue bukan DIA :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar