Narsis apaan sih?
Menurut hasil penelusuran gue
di internet (bukan dari kamus ya, gue kan udah melek internet sekarang :p).
Narsisme adalah sebuah tindakan
seseorang dimana ia sangat mencintai dirinya sendiri.
Lengkapnya :
Narsisme adalah perasaan cinta
terhadap diri sendiri yang berlebihan. Istilah ini pertama kali digunakan dalam
Psikologi oleh “Sigmund Freud” dalam mengambil cerita tokoh
dalam mitos Yunani, Narcissus, yang dikutuk sehingga ia mencintai
bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga
ia tenggelam dan tumbuh bunga yang
sampai sekarang disebut bunga narsis.
Sifat narsisme ada dalam setiap
manusia sejak lahir(1), bahkan Andrew Morrison berpendapat
dimilikinya sifat narsisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang
memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam berhubungan dengan
orang lain.(2) Namun, apabila jumlahnya berlebihan dapat menjadi
suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis.(3)
Gue mau ngomongin dikit tentang
pendapat para ahli tadi. Kecuali yang nomor tiga ya …? Gue Cuma mau bahas nomor
satu dan dua aja :p
1.
Tuh,
benar kan? Setiap orang punya sifat narsis, bahkan uda di bawa sejak lahir
pula. Masalahnya nggak semua orang mau dengan jujur mengakuinya kayak gue :D
*pura-pura gue*
Orang cenderung menyebut
dirinya pemalu, pendiam, atau sederhana, atau biasa-biasa saja, ketimbang
menyebut dirinya keren, hebat dan luar biasa. Mungkin, bahkan menunggu orang
buat menyebut mereka begitu. ^_^
So, wake up guys! Jangan takut
dibilang narsis. Sebut diri lu hebat, pede, keren, dan luar biasa. Jangan takut
dibilang narsis. Udah ada dari sononya
kok? J
2.
Benar
kan? Kita itu butuh yang namanya sifat narsis. Bahkan untuk berinteraksi dengan
orang lain aja kita butuh yang namanya narsis. Mengenai kadarnya kan bias
ditakar-takar sendiri maan … *hihihihi*
Kalo menurut gue sih, kadar
narsis gue biasa-biasa aja kok. Dalam batas normal, paling nggak gue gak kayak
si narcissus yang nyeburin dirinya di kolam buat nemuin bayangannya sendiri
(Kan udah ada cermin :D)
Narsis itu sama kayak pede kalo
menurut gue sih? Kalo kita udah narsis, berarti kita udah pede. Dan kalo kita
mau ngakuin kalo kita itu narsis berate kita JUJUR. Nggak tau ya kalo elu, gue
sih sangat berterima kasih sama yang namanya narsis. Berkat narsis gue sampai
sejauh ini. Berkat sin arsis gue bias menyulap kekurangan gue menjadi suatu
kelebihan. So, gue gak peduli kalo orang bilang gue narsis. Sumpah gue GAK LORO
ATI, seneng malah. Aneh ya? Nggaklah gue kan narsis … :p
3.
Kan
gue udah bilang kalo gue gak mau ngomongin yang ini :p Ini sih bukan bagian
gue, tapi bagiannya para ahli. (Lagian kalo gue bahas masalah ini, dimana sisi
pembelaan diri gue? :D
Yang paling penting, kita harus
bias membedakan narsis sama sombong …Sombong itu pamer dan nyebelin orang lain,
kadang-kadang ngrugiin orang lain malah. Kalo narsis mah gak gitu. Kan yang
cinta sama diri gue, gue sendiri. Kalo orang lain sebel, bodo amat!! Yang
narsis gue bukan DIA :p
Tidak ada komentar:
Posting Komentar